Jika Tuhan itu ada, mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?" Orang atheist itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada. Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan. "Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali." Begitu si Atheist mengaduh.
FrancisS. Collins M.D. & Ph.D, Ketua Proyek Penelitian Gen Manusia di tahun 2007 lalu menyatakan bila DNA manusia menyimpan bukti keberadaan Tuhan. Dr. Collins mengungkapkan bila DNA adalah bahasa Tuhan, dan perwujudan dari rencana Tuhan yang juga bagian dari alam. Gen manusia memang sangat kompleks dengan bagian data mencapai miliaran.
Karenaiman adalah dasar (substance) dan bukti (evidence). Kita beriman dalam kebenaran, karena Sang Kebenaran itu sendiri yang akan memimpin dan membawa iman kita kepada kesempurnaan ( Ibrani 12:2 ). Kebenaran adalah presuposisi dari iman. Tanpa itu, kita tidak akan beriman. Karena beriman, maka kita menjadi mengerti.
Agarlebih mudah memahami maknanya, bacalah Mazmur 118 secara lengkap terlebih dahulu. Berikut bunyi ayat Mazmur 118 dalam Alkitab selengkapnya: 1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 2. Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
TidakAda yang Mustahil Bagi Tuhan Bacaan ayat: Kejadian 18:10 (TB) Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai
a8U3gu. Oleh Dr. Adian Husaini SALAH satu kekhasan agama Yahudi Judaisme adalah ajaran untuk tidak menyebut nama Tuhan mereka secara sembarangan. Itu terkait dengan empat huruf “nama Tuhan” yang tidak diketahui dengan pasti bagaimana cara membacanya. Karena itulah, dalam tradisi Yahudi, nama Tuhan tidak disebutkan. Tapi, mereka membaca “YHWH” dengan “Adonay” Tuhanku. Oxford Concise Dictionary of World Religions menulis “Yahweh The God of Judaism as the tetragrammaton YHWH’, may have been pronounced. By orthodox and many other Jews, God’s name is never articulated, least of all in the Jewish liturgy.” Lihat, John Bowker ed, The Concise Oxford Dictionary of World Religions, Oxford University Press, 2000. Dalam buku “Pengantar Bahasa Ibrani”, disebutkan, bahwa “Kata nama yang paling penting dalam PL Perjanjian Lama. Pen. ialah יהוה yhwh, nama Allah Israel, yang ditemukan kurang lebih 6823 kali dalam PL. Nama tsb mungkin dulu diucapkan “Yahweh”, tetapi menurut tradisi Yahudi, nama yang Mahasuci itu tidak boleh diucapkan untuk menghindari kemungkinan pelanggaran perintah ketiga “Jangan menyebut nama יהוה, Allahmu, dengan sembarangan…” Kel, 207. Oleh sebab itu, setiap kali terdapat kata יהוה dalam Alkitab, orang Yahudi membacanya dengan kata אדני adonay Tuhan’.” Dr. Baker Pengantar Bahasa Ibrani, Jakarta BPK, 2004, hlm. 52. Dalam berbagai terjemah Bibel, tetragram bahasa Ibrani “YHWH” diterjemahkan menjadi “TUHAN” Indonesia, “The LORD” Inggris, dan “al-Rabb” Arab, dengan makna “Tuhan itu”. Meskipun sejumlah teks Bibel itu menunjukkan bahwa “YHWH” memang menunjukkan nama Tuhan, tetapi nama itu tidak diketahui dengan pasti bagaimana membacanya. Tuhan Kristen Soal nama Tuhan telah menjadi perdebatan panjang dalam agama Kristen. Banyak kelompok Kristen menolak menggunakan sebutan “Allah” bagi Tuhan Kristen. Ellen Kristi, dalam bukunya yang berjudul “BUKAN ALLAH, TAPI TUHAN” Borobudur Indonesia Publishing 2008, mengajak kaum Kristen untuk secara tegas menyebut nama Tuhan mereka dengan “Yahweh”, bukan menerjemahkan nama Tuhan “YHWH” dengan “TUHAN” seperti yang dilakukan Lembaga Alkitab Indonesia LAI selama ini. Ellen menunjuk contoh keganjilan menerjemahkan “YHWH” menjadi “TUHAN” sebagaimana yang dilakukan LAI selama ini. Misalnya teks Yeremia 1621, ditulis “Sebab itu, ketahuilah, Aku mau memberitahukan kepada mereka, sekali ini Aku akan memberitahukan kepada mereka kekuasaan-Ku dan keperkasaan-Ku, supaya mereka tahu, bahwa nama-Ku TUHAN”. Dalam buku kecil berjudul “Waspadalah terhadap Sekte Baru, Sekte Pengagung Yahweh”, Pdt. Parhusip, menulis tentang nama Tuhan dalam Kristen ”Lalu mungkin ada yang bertanya Siapakah Pencipta itu dan bagaimanakah kalau kita mau memanggil Pencipta itu? Jawabnya Terserah pada Anda! Mau panggil; Pencipta! Boleh! Mau panggil Perkasa! Silahkan! Mau panggil Debata! Boleh! Mau panggil Allah! Boleh! Mau panggil Elohim atau Theos atau God atau Lowalangi atau Tetemanis…! Silakan! Mau memanggil bagaimana saja boleh, asalkan tujuannya memanggil Sang Pencipta, yang menciptakan langit dan bumi… Ya, silakan menyebut dan memanggil Sang Pencipta itu menurut apa yang ditaruh oleh Pencipta itu di dalam hati Anda, di dalam hati kita masing-masing. Lihat Roma 214-15.”Lihat, Parhusip, Waspadalah terhadap Sekte Baru, Sekte Pengagung Yahweh 2003, hal. 40-41. Buku kecil Pdt. Parhusip ini tidak mencantumkan penerbit, tetapi hanya tahun dan alamat penulisnya di GSJA ”PEMENANG” jalan Tanah Lapang 19 Patane III – PORSEA 22384 Sumbagut. Tuhan Islam Dalam Islam, nama Tuhan sangat penting dan bersumber dari wahyu, bukan hasil konstruksi budaya. Bagi umat Muslim, Allah adalah nama diri proper name dari Dzat Yang Maha Kuasa, yang memiliki nama dan sifat-sifat tertentu. Sifat-sifat Allah dan nama-nama-Nya pun sudah dijelaskan dalam al-Quran, sehingga tidak memberikan kesempatan kepada terjadinya spekulasi akal dalam masalah ini. Tuhan orang Islam adalah jelas, yakni Allah, yang SATU, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. QS 112. Imam Ibn Katsir dalam Kitab Tafsir-nya menulis bahwa Allah’ adalah al-ismu al-a’dhamu’ Nama Yang Agung. Allah’ juga merupakan nama yang khusus dan tidak ada sesuatu pun yang memiliki nama itu selain Allah Rabbul Alamin. Bahkan, sejumlah ulama seperti Imam Syafii, al-Khithabi, Imam Haramain, Imam Ghazali, dan sebagainya menyatakan, bahwa lafaz Allah adalah isim jamid, dan tidak memiliki akar kata. Menurut para ulama ini, kata Allah bukan musytaq’ turunan dari kata asal. Salah satu bukti bahwa lafaz Allah tidak ”musytaq” adalah jika ditambahkan ”huruf nida” huruf panggilan, seperti huruf ”ya nida’” maka tidak berubah menjadi ”Yaa ilah”, tetapi tetap ”Yaa Allah”. Sedangkan jika huruf nida ditambahkan pada kata ”al-Rahman”, misalnya, maka akan berubah menjadi ”Yaa Rahman” perangkat ta’rif-nya hilang. Lihat, Ibn Katsir, Tafsir al-Quran al-Adhim, Riyadh Maktabah Darus Salam, 1994, 140 Ada kemiripan kisah Nabi Musa dalam Kitab Keluaran dengan kisah Nabi Musa dalam QS Thaha. Dalam keyakinan orang Muslim, al-Quran adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Sebagian isinya berisi cerita para Nabi yang mengkoreksi cerita-cerita versi sebelumnya. Dalam versi Yahudi/Kristen, Muhammad ﷺ dianggap telah menulis al-Quran dengan menjiplak Bibel. Karena itu, tinggal pilih, percaya yang mana? Dalam Kitab Keluaran 314 diceritakan ”Firman Allah kepada Musa “AKU ADALAH AKU.” Lagi Firman-Nya “Beginilah kau katakan kepada orang Israel itu AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” Sedangkan dalam al-Quran surat Thaha14 disebutkan “Innaniy ana-Allahu Laa-ilaaha illaa Ana, fa’budniy wa-aqimish-shalaata lidzikriy.” Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan tegakkan shalat untuk mengingat-Ku. Jadi, berbeda dengan Yahudi dan Kristen, nama Tuhan dalam Islam adalah Allah. Nama Allah itu bukan hasil budaya atau kesepakatan masyarakat Arab. Tapi, nama itu kita ketahui, karena Allah SWT telah mengenalkan nama-Nya melalui al-Quran, kitab wahyu yang terakhir. Kaum Muslim patut bersyukur, bahwa mereka tidak berselisih tentang nama Tuhan. Wallahu A’lam bish-shawab. Solo, 24 Januari 2020.* Penulis Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
Lori Official Writer Dari Kejadian hingga Wahyu, kita bisa menemukan betapa kayanya Alkitab akan beragam kisah dan peristiwa-peristiwa besar yang memotivasi, memberi pesan dan mengungkapkan tentang sosok Allah. Di beberapa bagian, kita pasti menemukan kisah-kisah yang menimbulkan rasa takut. Seperti bagaimana Tuhan menunjukkan murka-Nya kepada suatu bangsa dengan membinasakan mereka karena perbuatan-Nya. Terkesan mengerikan memang, dimana kita akan menilai kalau Tuhan itu adalah sosok yang kejam dan otoriter. Tapi jika kita kembali mempelajari isi Alkitab secara menyeluruh, kita bisa mengambil satu benang merah bahwa bahkan dalam keadaan buruk sekalipun, Tuhan selalu menyatakan kehadiran-Nya. Setiap tindakan-Nya adalah bukti kasih yang nyata atas umat-Nya. Dia mau kita hidup benar sesuai dengan firman-Nya. Karena itulah Dia memberikan kita beberapa contoh betapa mengerikan-Nya hidup dalam dosa. Melalui peristiwa-peristiwa mengerikan dalam Alkitab, Tuhan mengingatkan supaya kita mau taat mengikuti kehendakNya dan menjadi partner kerja untuk membangun kerajaanNya. Dari keseluruhan isi Alkitab, ada 3 kisah paling mengerikan yang tercacat di sana. 1. Kejadian Air Bah Bencana alam yang dahsyat pernah terjadi di Alkitab saat zaman Nuh. Peristiwa ini tercatat di Kejadian 6. Tuhan merencanakan banjir ini terjadi karena keadaan manusia saat itu yang sudah sangat bobrok. Dia memutuskan hanya akan menyelamatkan Nuh dan keluarga. Tuhan sendiri telah memerintahkan Nuh jauh hari sebelumnya untuk membuat sebuah perahu besar yang akan diisi oleh beraneka ragam hewan. “Berfirmanlah Allah kepada Nuh "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi. Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.” Kejadian 6 13-14 Saat waktunya tiba, Tuhan pun menurunkan hujan yang lebat. Air yang tak henti-henti membuat seisi bumi tenggelam. Tak satupun orang di daratan yang selamat, kecuali Nuh dan seluruh keluarganya. Bayangkan bagaimana mungkin Tuhan melenyapkan semua manusia dan makhluk hidup yang diciptakanNya dengan air bah. Namun di tengah peristiwa pemusnahan besar-besaran itu, hati Tuhan tetap penuh kasih kepada Nuh karena ketaatan dan kesetiaan-nya. Dia menunjukkan kasih karunia-Nya kepada Nuh dan mengizinkan mereka untuk menjadi mitra kerja-Nya dalam membangun kembali peradaban manusia yang baru. “Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit, sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu.” Kejadian 7 19-23 Itu adalah peristiwa air bah terbesar pertama sekaligus yang terakhir yang dilakukan Tuhan. Karena setelah air surut, Tuhan sendiri berjanji tidak akan pernah menghancurkan bumi dengan cara yang sama. Janji itu dimateraikan dengan terbitnya pelangi. Baca Juga Ini Bukti Bahwa Air Bah di Jaman Nuh Pernah Ada 2. Kisah Ananias dan Safira Ananias dan Safira adalah pasangan suami istri yang menjadi bagian dari anggota gereja mula-mula di zaman Perjanjian Baru. Keduanya harus berhadapan dengan murka Tuhan akibat tindakan penyelewengan uang yang mereka lakukan. “Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Tetapi Petrus berkata "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?” Kisah Para Rasul 5 1-3 Teguran Paulus ini pun berujung pada dua peristiwa mengerikan yang hari yang sama. Saat Ananias menyangkali perbuatannya di depan Paulus, tiba-tiba tubuhnya jatuh ke tanah dan meninggal Kisah Para Rasul 5 4. Berselang tiga jam kemudian, istrinya Safira masuk. Lalu Paulus melontarkan pertanyaan tentang penjualan tanah yang dilakukan suaminya. Sekalipun Safira berkata jujur, Tuhan tetap menghukum dia dengan mencabut nyawanya seketika itu juga Kisah Para Rasul 5 7-10. Kalau dipikir-pikir, kisah kematian Ananias dan Safira yang terkesan kejam membuat kita berpikir kalau Tuhan itu bukan pribadi yang maha pengampun. Tapi melalui kisah ini, Tuhan ingin menyampaikan betapa pedulinya Dia dengan cara hidup kita. Tuhan selalu peduli dengan kemurnian hati kita. Dan untuk mencegah kita melakukan penyelewengan yang sama, Tuhan memakai Ananias dan Safira sebagai pelajaran bahwa setiap tindakan kejahatan akan selalu disertai dengan konsekuensinya. Baca Juga Belajar Tentang Pengaruh Seorang Isteri Dari Kisah Ananias dan Safira di Alkitab! 3. Lazarus yang Bangkit Dari Kematian Kisah kebangkitan Yesus dari kematian adalah sejarah yang paling penting bagi kekristenan. Kisah ini juga tertulis di Alkitab. Tapis elain Yesus, rupanya ada sosok lain yang mengalami kebangkitan dari kematian setelah empat hari lamanya dikubur. Dia adalah Lazarus yang tertulis dalam kitab Yohanes 11. Saat itu, Lazarus dikenal sangat dekat dengan Yesus. Tapi Lazarus sempat jatuh sakit dan meninggal. Menurut adat istiadat di masa itu, orang yang meninggal harus dibungkus dengan kain dan dibaringkan di dalam kuburan yang terbuat dari gua. Yesus tahu soal kematian itu. Tapi Dia menunggu untuk bisa pergi ke kediaman Lazarus. Dia pun mengajak para murid untuk pergi melayat ke sana. Apa yang terjadi selanjutnya sangat mengejutkan. Saat Yesus berada di depan kubur, dia dengan nyaring memanggil Lazarus, menyuruhnya keluar dan dia pun keluar dengan keadaan seluruh tubuhnya dibungkus oleh kain. Bayangkan jika kita ada di antara orang yang menyaksikan peristiwa ini. Kita pasti tidak akan percaya dengan apa yang terjadi. Bagaimana mungkin Lazarus yang sudah meninggal kembali hidup? Rasa tidak percaya itu berubah menjadi kekaguman mendalam terhadap Yesus. Dia sendiri memakai peristiwa kebangkitan Lazarus sebagai kesaksian dari kuasa Tuhan dan membawa banyak orang untuk mempercayai-Nya sebagai Mesias yang diutus Allah. Peristiwa ini pun membuat nama Yesus dikenal luas di masa itu. Baca Juga Kematian Adalah Bagian Dari Kehidupan Tuhan selalu bekerja di tengah manusia dengan cara-Nya yang tak terduga. Tuhan akan memakai peristiwa mengerikan jika memang hal itu yang membuat banyak orang berbalik kepada-Nya. Dan Dia juga bisa memakai peristiwa yang menakjubkan jika itu adalah hal yang membuat manusia percaya pada kuasa-Nya. Tapi sekejam apapun tindakan yang Tuhan lakukan di dalam Alkitab, semua itu punya alasan, maksud dan tujuan yang baik. Tuhan yang kita percaya adalah pribadi begitu mengasihi kita. Jadi, mari memetik pelajaran baik dari setiap peristiwa ini. Sumber Halaman 1
bukti tuhan itu ada menurut kristen